Senin, 28 November 2011

FERMENTASI ALKOHOL


I.             JUDUL : Fermentasi  Alkohol

II.           TUJUAN :  1. Untuk mengetahui proses fermentasi alcohol. 
                              
2.            Untuk mengetahui hasil fermentasi alcohol.

III.         DASAR TEORI :
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.

Reaksinya :

1. Gula (C6H12O6) 
——> asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarbeksilasi asam piruvat.

Asampiruvat 
———> asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol
(etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 ———> 2 C2HsOH + 2 NAD.
alkohol dehidrogenase
enzim
Ringkasan reaksi : 
C6H12O6———> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi


IV.        ALAT DAN BAHAN :
                    Alat :
1.       2 buah Erlenmeyer
2.       Sedotan
3.       Neraca Analitis
4.       Pipet
5.       Thermometer
                    Bahan :
      1.       Gula 10 gram
      2.       Plastisin / vaselin
      3.       Fermipan 5 gram

V.          CARA KERJA :
                   1. Menyusun perangkat seperti gambar dibawah :
rangkaian tabung erlenmeyer

         2. Menimbang gula sebanyak 10 gram.
         3. Menimbang fermipan sebanyak 5 gram.
         4. Memasukkan gula, fermipan kedalam tabung Erlenmeyer (tabung A) dan melarutkan dengan air. 
         5. Menutup bibir Erlenmeyer dengan plastisin.
         6. Memasukkan air kapur kedalam tabung Erlenmeyer yang lain (tabung B).
   8. Mengamati pada tabung A dan tabung B.
a.       Sebelum diamati :
-          Mencium aroma pada tabung A
-          Menulis suhu awal di tabung A
-          Mengamati warna cairan pada tabung B
b.      Selama proses mengamati perubahan di tabung A dan tabung B.
c.       Setelah 30 menit,
-          Mencium aroma pada tabung A
-          Mengamati larutan pada tabung B
          9. Menulis data pengamatan.
         10.Menganalisis setiap perubahan pada langkah 8 dan 9.
         11.Menyusun kesimpulan dan hipotesis.
         12.Mendiskusikan masalah yang telah diberikan.

VI.        DATA :
Tabung
Perubahan
Perubahan
Awal
Akhir
A
Suhu (oC)
32
26
Keadaan
Tidak berbusa
Berbusa banyak
Warna
Putih
Putih pekat
Bau
Berbau enak
Berbau alkohol
B
Warna
Pink keunguan (pekat)
Pink memudar
Keadaan
Tidak ada endapan
Terdapat endapan

VII.      ANALISA DATA :
a.       Bahan Diskusi:
1.       Apa yang terjadi pada Tabung A?
2.       Apa yang terjadi pada Tabung B?
3.       Mengapa terjadi aroma di Tabung B? Jelaskan!
4.       Mengapa terjadi perubahan warna di tabung B? Jelaskan reaksinya!
5.       Apa yang  dimaksud fermentasi Alkohol? Tuliskan reaksinya!
6.       Jelaskan ciri fermentasi!

b.      Jawaban :
1.        - Terjadi perubahan warna lebih pekat.
-      Terdapat busa
-      Suhu turun hingga 60C
-      Berbau alcohol
-      Terjadi fermentasi alcohol

2.       -  Warna memudar
-      Membentuk endapan
-      Larutan menjadi asam (sifat basa berkurang)
3.       Karena terbentuk alcohol, dari reaksi yang didapat dari respirasi anaerob glukosa oleh fermipan (fermipan merupakan bibit jamur atau bibit saccharomyces)
4.       Perubahan warna terjadi karena sifat basa dalam larutan berkurang. Itu dikarenakan oleh reaksi antara larutan kapur (Ca(OH)2) dan gas karbon dioksida (CO2).
Reaksi :
Ca(OH)2 + CO2  ---à CaCO3 + H2O
5.       Fermentasi alcohol adalah hasil pembentukan alcohol dari proses metabolism respirasi anaerob.
Reaksi :
C6H12O6 ---à 2C2H5OH +2CO2 + 2 ATP
6.       Ciri Fermentasi :
-          Terjadi secara anaerob
-          Proses dibantu oleh organisme bibit jamur (saccharomyces)
-          Menghasilkan ATP lebih sedikit
-          Menghasilkan alcohol

VIII.    KESIMPULAN :
a.   Asam piruvat ( 3C) diubah menjadi Asetal dehid (2C ) sehingga dilepaskan molekul CO2 (1C)
b.   Asetaldehide segera mengikat ion H+ dari penguraian NADH menjadi NAD maka sebagai akseptor ion H+ dalam proses fermentasi etanol ini adalah Asetal dehide
c.   Pengikatan ion H+ oleh Asetaldehide akan membentuk senyawa Etil alkohol ( Etanol),
d.   Produk fermentasi ini adalah 2 ETANOL , 2 CO2 , 2 ATP ,
                        e.      Bahan fermentasi alkohol tetap menggunakan Glukosa , jika bahannya Glukosa anggur maka akan  
                                 menjadi  alcohol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar